Tampilkan postingan dengan label Euro 2008. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Euro 2008. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Juni 2008

Pesan Terakhir Aragones

WINA - Luis Aragones baru saja berhasil melewati tugas beratnya. Pelatih Timnas Spanyol itu telah berhasil memberikan trofi Henry Delauney sebagai salam perpisahannya bersama Timnas Matador.

La Furia Roja memang baru saja merengkuh trofi paling prestisius di Benua Biru itu. Spanyol menekuk Jerman lewat gol tunggal Fernando Torres di Stadion Ernst Happel, Senin (30/6/2008).

Kemenangan ini menjadi kado perpisahan yang indah bagi pelatih 69 tahun itu. Ya, Aragones memang akan meninggalkan jabatannya sebagai pelatih Matador setelah pentas Euro di Swiss & Austria ini berakhir.Aragones pun tidak lupa memberikan pesan bagi penerusnya yang akan mengemban tugas merebut gelar Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

"Hanya satu hal yang dapat saya katakan untuk siapapun yang akan menjadi pelatih nanti. Saya minta ia memperlakukan para pemain saya dengan baik dan biarkan mereka melakukan tugas mereka," ujar Aragones seperti yang dilansir AP.

"Saya telah membuat mental mereka kuat dan pelatih lain tidak perlu lagi melakukan itu," tambah pelatih tertua yang merebut trofi Benua Biru itu.

Aragones memang telah berhasil membangun mental tenaga-tenaga muda Matador di pentas Euro kali ini. Hal itu yang membuat sang pelatih ini yakin skuad terbaiknya ini masih mumpuni hingga Piala Dunia nanti.

Dream Team Euro 2008

WINA - Perhelatan akbar Euro 2008 yang digelar di Austria-Swiss telah usai. Spanyol tampil sebagai tim terbaik, setelah menundukkan Jerman 1-0 pada babak final di Stadion Ernst Happel, Senin (30/6/2008) dinihari.
Seiring berakhirnya turnamen terbesar di Benua Biru ini, hadir gambaran seputar "The Dream Team". Tim ini berisi 16 pemain yang dianggap menampilkan performa paling menawan di ajang empat tahunan ini.
Dalam formasi 4-3-1-2, pelatih Rusia Guus Hidink, dianggap figur paling pas untuk membesut skuad The Dream Team ini.

Di posisi kiper, kiper Spanyol Iker Casillas berdiri sebagai tembok kokoh di bawah mistar. Sementara kiper veteran Belanda Edwin van der Sar, harus rela tampil sebagai kiper cadangan.

Sergio Ramos, Carles Puyol, Giorgio Chiellini, serta Yuri Zhirkov tampil sebagai empat benteng kokoh di lini pertahanan. Sebagai pelapis, bek Pepe dan Phillip Lahm tampil sebagai pelapis yang tangguh.

Michael Ballack, Xavi Hernandez serta Andres Iniesta bakal mengisi lini tengah. Di bangku cadangan, super-sub Cesc Fabregas juga masuk dalam kategori Dream Team ini.

Di lini depan, duet topskor Euro 2008 David Villa dengan Lukas Podolski bakal menjadi mesin gol yang ampuh. Di posisi cadangan, bomber maut Fernando Torres siap menjadi senjata rahasia.

Playmaker Rusia Andrei Arshavin menjadi pemain yang berdiri di belakang dua striker.

Dream Team di Euro 2008:

Kiper: Iker Casillas (Spanyol), Edwin van der Sar (Belanda).
Belakang: Sergio Ramos, carles Puyol (keduanya Spanyol), Giorgio Chiellini (Italia), Yuri Zhirkov (Rusia), Pepe (Portugal), Philipp Lahm (Jerman).
Tengah: Michael Ballack (Jerman), Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Cesc Fabregas (Spanyol).
Depan: Andrei Arshavin (Rusia), Lukas Podolski (Jerman), David Villa, Fernando Torres (Spanyol).
Pelatih: Guus Hiddink (Rusia).

Rising Stars Euro 2008

AUSTRIA-SWISS - Sebelum perhelatan Euro 2008 dimulai, banyak pemain yang akan beraksi sudah berstatus bintang. Tapi, kini bermunculan bintang-bintang baru yang tampil apik selama turnamen berlangsung.Pentas sepakbola akbar seperti Piala Dunia dan Euro memang menjadi etalase bagi para pemain baik pemain bintang atau yang belum menjadi bintang, untuk menunjukan kemampuan terbaiknya. Berikut nama-nama yang diprediksikan menjadi The Rising Star sepakbola dunia.

Igor Akinfeev (Rusia - CSKA Moscow)
Igor Akinfeev diprediksi menjadi kiper muda yang akan bersinar. Pemain bernama lengkap Igor Vladimirovich Akinfeev, mampu menjadi pilihan utama Guus Hiddink di bawah mistar Rusia.Kiper 22 tahun yang bermain CSKA Moscow ini, memiliki kemampuan komplet untuk menjadi kiper terbaik. Refleksnya baik, kemampuan membaca arah bola dan bisa mengkoordinasi pertahanan. Gawang Akinveef memang harus kebobolan tujuh gol dari Spanyol dalam dua pertandingan. Kalah 1-4 di penyisihan grup dan 0-3 di semifinal. Tapi kontribusi Akinveef dalam mengawal gawang Beruang Merah, perlu mendapat pujian.

Giorgio Chiellini (Italia - Juventus)
Italia adalah gudangnya pemain belakang terbaik dunia. Di saat Fabio Cannavaro, Marco Materazzi dan Christian Panucci memasuki usia senja, datang sosok Giorgio Chellini. Bek Juventus ini sempat terlupakan oleh Roberto Donadoni, yang lebih suka memasang Andrea Barzagli ketika kalah 0-3 dari Belanda.Chiellini akhirnya dimainkan di laga Italia selanjutnya dan mengantarkan Azzurri masuk perempatfinal. Peran sentralnya di lini belakang, membuat dua striker Spanyol, David Villa dan Fernando Torres frustasi gagal menjebol gawang Gigi Buffon. Italia memang akhirnya kalah di babak adu penalti. Tapi satu jaminan kepada Chiellini, yakni tempat utama di lini belakang.

Dorin Goian (Rumania - Steaua Bucharest)
Dorin Goian, menjadi salah satu pemain andalan Rumania di jantung pertahanan selama Euro 2008 berlangsung. Terbukti, solidnya permainan Goian di lini belakang, sempat membuat tim kuat seperti Prancis dan Italia frustasi.Dilarang tampil saat melawan Belanda karena terkena akumulasi kartu, pemain yang bernaung di Steaua Bucharest itu sudah melakukan tugasnya cukup baik di Euro 2008. Goian pun mendapat julukan The New Cristian Chivu. Beberapa klub seperti Manchester City, Middlesbrough dan Borussia Dortmund sudah mencium bakat Goian.

Arda Turan (Turki - Galatasaray)
Arda Turan menjadi salah satu pemain muda yang bersinar di Euro 2008 kali ini. Keajaiban Turki di turnamen ini, tak lepas dari gemilangnya gelandang 21 tahun ini.Permainan gemilang Turan dari sayap kiri, membuat Turki berhasil lolos dari babak penyisihan Grup A dengan menyingkirkan Swiss, Republik Ceska dan Kroasia di babak perempatfinal. Kabarnya, AC Milan dan beberapa tim dari Premier League tengah memburu Turan. Sayang Galatasaray telah memperpanjang kontrak Turan hingga 2012.

Orlando Engelaar (Belanda - FC Twente)
Sebelum turnamen Euro 2008 berlangsung, banyak yang belum mengenal nama Orlando Engelaar. Namun, kehebatan Engelaar terdeteksi oleh Marco van Basten. Buktinya, van Basten mempercayakan tempat utama kepada pemain FC Twente itu. Kepercayaan itu langsung dibayar oleh Engelaar.Gelandang sekelas Andrea Pirlo dari Italia, mampu dibuat tak berdaya oleh pemain 27 tahun itu, saat Belanda bersua dengan Azzurri di babak penyisihan Grup C. Kegemilangannya membuat FC Schalke tertarik untuk meminangnya dari FC Twente.

Andrei Arshavin (Rusia - Zenit St Petersburg)
Menghilang di dua laga awal Rusia, karena hukuman tidak membuat Andrei Arshavin meredup. Arshavin meledak di laga terakhir penyisihan Grup D melawan Swedia, dan di babak perempatfinal versus Belanda.Sebagai playmaker, kemampuan Arshavin dalam mengolah bola dan mengatur serangan tidak perlu diragukan. Legenda hidup Prancis, tercengang melihat skill Arshavin dan memuji pemain incaran Barcelona tersebut.

Jaroslav Plasil
Kekuatan lini tengah Kroasia, terletak pada skema formasi 4-5-1 yang diterapkan Slaven Bilic. Di sektor tersebut, Jaroslav Plasil menjadi jenderal lapangan tengah. Bahu membahu dengan Luka Modric, membuat Kroasia menjadi salah satu tim yang memiliki lini tengah terbaik.Plasil yang tergabung dengan CA Osasuna, kini harus bersiap menanggapi tawaran-tawaran menggiurkan dari klub mapan di Inggris dan Italia.

Hasil Final Euro 2008

Ini adalah hasil akhir dari pertandingan final Euro 2008 antara Jerman dan Spanyol :
Jerman vs Spanyol : 0 - 1
Pencetak Gol Jerman : -
Pencetak Gol Spanyol : Torres (33')
Maka dengan hasil ini, Spanyol keluar sebagai pemenang Euro 2008.
Selamat untuk Spanyol sebagai pemenang Euro 2008 yang diadakan di Austria dan Swiss.

Minggu, 29 Juni 2008

Jerman vs Spanyol ( Final )

WINA - Berdasar statistik penampilan dalam final Euro, Spanyol memang lebih diunggulkan daripada Jerman (Sportivo Jawa Pos kemarin atau edisi 28 Juni 2008). Mengacu model menang-kalah, Tim Matador (sebutan Spanyol) yang juara pada 1964, lalu runner-up 1984, diprediksi berjaya dalam Euro 2008.
Sebaliknya dengan Jerman. Juara pada 1972, runner-up 1976, juara 1980, runner-up 1992, dan juara 1996, Euro 2008 adalah saatnya bagi Jerman menjadi runner-up.
Itu berdasar statistik final. Lain halnya dengan grafik penampilan. Ada kecenderungan performa tim yang berlaga dalam Euro 2008 naik-turun. Belanda mungkin menjadi perkecualian karena tampil impresif sepanjang fase grup. Tapi, Belanda toh akhirnya tersingkir pada perempat final oleh Rusia karena aksinya menurun drastis.
Menyoroti Jerman dan Spanyol, aksi kedua tim boleh dibilang tidak konsisten. Spanyol memang mampu mencatat kemenangan dalam lima laga. Tapi, kemenangan bukan ukuran penampilan sebuah tim berada di peak (puncak penampilan). ''Tidak ada tim yang tampil konsisten selama Euro 2008,'' tegas Joachim Loew, arsitek Jerman, sebagaimana dikutip Deutsche Welle kemarin (28/6).
Dia mencontohkan timnya. Die Mannschaft (sebutan Jerman) tampil impresif saat mengalahkan Polandia 2-0 dalam laga pertama 8 Juni lalu. Tapi, Jerman drop saat dikalahkan Kroasia 1-2 empat hari kemudian. Pada fase knockout, Jerman yang menunjukkan performa luar biasa saat menundukkan Portugal 3-2 dalam perempat final (19/6) drop lagi saat harus bersusah payah menekuk Turki 3-2 di semifinal 25 Juni lalu.
Singkat kata, Loew meyakini Michael Ballack dkk akan kembali dalam peak-nya dalam final. ''Dibandingkan Spanyol, kami punya masa recovery lebih baik. Jadi, kami akan lebih bugar menghadapi mereka,'' ujar Philipp Lahm, bek kiri Jerman yang menjadi bintang kemenangan timnya dalam semifinal, kepada Fox Sports.
Pernyataan Jerman mendapat balasan dari kubu Spanyol. Fernando Torres, bomber andalan Spanyol, menyatakan bahwa skill para pemain La Furia Roja (sebutan Spanyol) menjadi senjata utama timnya. Hal itulah yang disebut Torres menutupi kelemahan mereka dari segi fisik. ''Jika Jerman mengeksploitasi keunggulan postur, kami bakal memanfaatkan keunggulan skill kami sebagai senjata menekan mereka,'' tegas penyerang 24 tahun itu kepada AFP.
Selain teknis, perang nonteknis seperti psywar menjadi bagian menarik lain menjelang duel kedua tim. Jumat (27/6), Oliver Bierhoff, manajer Jerman, menyatakan bahwa Spanyol lebih diunggulkan. Kemarin (28/6), giliran gelandang Spanyol Xavi Hernandez menyebut Jerman pantas difavoritkan. Dalam sepak bola, taktik semacam itu disebut dengan kidology alias berusaha melempar beban ke lawan.
''Jerman pantas menjadi favorit karena mereka punya sejarah lebih baik dibanding kami. Apalagi, ada semacam trauma bagi Spanyol mengacu kegagalan dalam Euro 1984,'' ungkap Xavi kepada Daily Mail.
Pernyataan Xavi itu, tampaknya, memang merupakan sebuah strategi dari Spanyol. Terlebih, rekan setimnya mengaku Jerman tidak layak menjadi favorit dalam final.
Sebut saja pernyataan winger David Silva dan defender Carlos Marchena yang hampir senada. ''Dari rekor penampilan dalam Euro 2008, kami lebih baik karena Jerman pernah kalah sekali,'' kata dua punggawa Spanyol yang sama-sama bermain di Valencia itu kepada Sports Illustrated.
Sumber : Jawa Pos

10 Gol Terbaik Euro 2008

Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) merilis 10 gol terbaik yang terjadi selama Piala Eropa 2008 berlangsung. Sepuluh gol itu dihimpun mulai pertandingan penyisihan grup hingga partai semifinal. Berikut ini daftarnya:

Philip Lahm, pertandingan semifinal Jerman vs Turki
Partai Jerman melawan Turki berlangsung sangat dramatis. Jerman unggul 2-1 hingga menit ke-79, namun semangat pantang menyerah Turki membuat Semih Senturk menyamakan kedudukan jadi 2-2 di menit ke-86. Akhirnya staying power Jerman yang bicara. Bek kiri Philip Lahm yang tampil agresif merangsek pertahanan Turki. Menerima umpan dari Thomas Hitzlsperger, Lahm yang tinggal berhadapan dengan kiper Rustu Recber langsung menghujamkan bola ke gawang, 3-2 untuk Jerman

Roman Pavlyuchenko, pertandingan perempat final Rusia vs Belanda
Rusia tampil luar biasa ketika mengalahkan tim favorit Belanda. Striker Spartak Moskow Roman Pavlyuchenko dan gelandang Zenit St.Petersburg Andrei Arshavin sepanjang pertandingan menghadirkan ancaman di depan gawang Edwin van der Sar. Babak kedua berjalan 11 menit, Sergei Semak menerobos dari sisi kiri dan mengirimkan umpan mendatar ke mulut gawang, yang langsung disambar Pavlyuchenko tanpa mengontrol bola

Bastian Schweinsteiger, pertandingan perempat final Jerman vs Portugal
Usai mendapat kartu merah ketika Jerman dikalahkan Kroasia 1-2, Bastian Schweinsteiger sangat termotivasi menunjukkan kemampuan sebenarnya. Schweinsteiger pun bermain kesetanan di perempat final. Umpan silang datar dari Podolski langsung disambarnya untuk mencetak gol pertama Jerman.

Michael Ballack, pertandingan penyisihan Grup B, Jerman vs Austria
Piala Eropa 2008 jarang menghasilkan gol dari tendangan bebas langsung. Ketika gol terjadi lewat tendangan bebas, hasilnya begitu indah. Michael Ballack melepaskan tendangan keras yang tidak bisa ditahan kiper Austria Jurgen Macho. Jerman menang 1-0 dan lolos ke perempat final

Nihat Kahveci, pertandingan penyisihan Grup A, Turki vs Republik Ceko
Semangat pantang menyerang membawa Turki ke perempat final. Ketinggalan 2-0 dari Ceko, pasukan Fatih Terim ini bisa membalas dan bahkan menang 3-2. Gol Nihat Kahveci di menit-menit akhir menjadi penentu. Proses golnya juga indah, mendapat umpan terobosan dari Hamit Altintop, Nihat langsung melepaskan tendangan melengkung ke gawang Petr Cech.

Wesley Sneijder, pertandingan penyisihan Grup C, Belanda melawan Prancis
Belanda menang 4-1 atas Prancis. Gol keempat dari Wesley Sneijder adalah gabungan dari kemampuan skill individu dan kecermatan. Walau dikawal gelandang Prancis Jeremy Toulalan, Sneijder membalikkan badan serta melepaskan tendangan "gantung" yang tidak bisa Gregory Coupet

Robin van Persie, pertandingan penyisihan Grup C, Belanda melawan Prancis
Gol ini adalah hasil kreasi serangan balik yang apik. Umpan tumit Ruud van Nistelrooy diterima Arjen Robben yang langsung menerobos pertahanan Prancis. Umpan setengah lutut Robben, disambar Robin van Persie tanpa mengontrol bola.

Zlatan Ibrahimovic, pertandingan penyisihan Grup C, Swedia melawan Yunani
Setelah absen membuat gol bagi Swedia selama 32 bulan, Zlatan Ibrahimovic membuktikan kalau dirinya adalah salah satu striker terbaik di Eropa. Gol pertamanya ke gawang Yunani sangat berkelas. Kerjasama satu dua dengan Henrik Larsson diakhiri dengan tendangan efek ke gawang Antonis Nikopolidis membawa kemenangan bagi Swedia.

David Villa, pertandingan penyisihan Grup D, Spanyol melawan Rusia
David Villa menciptakan hatrick pertama di ajang Piala Eropa 2008. Salah golnya ke gawang Rusia tercipta lewat proses yang sangat baik. Dikepung tiga pemain Rusia, striker Valencia ini masih bisa melepaskan tembakan ke gawang Igon Akinfeev

Wesley Sneijder, pertandingan Grup C, Belanda melawan Italia
Umpan lambung Giovanni van Bronkhorst diarahkan ke tiang jauh gawang Gianluigi Buffon. Di saat sudah berdiri Dirk Kuyt yang langsung menyundul bola ke arah Wesley Snijder yang datang dari belakang. Tanpa kontrol, Sneijder melepaskan tendangan ke gawang Buffon, gol untuk Belanda

Loew: Peluang 50:50


WINA - Pelatih Jerman Joachim Loew, tidak terlalu yakin jika timnya bisa mengalahkan Spanyol di final Euro 2008. Menurut Loew peluang kedua tim untuk keluar jadi juara, sama besar.
Loew mengakui Spanyol tampil konsisten sepanjang turnamen. Tapi Jerman juga punya pengalaman memenangkan final kejuaraan Eropa. Mentalitas juara yang dimiliki Jerman diharapkan menjadi faktor penentu.
"Kami tidak berada di level tertinggi secara permanen. Namun Jerman akan bisa mengatasi tekanan ketika berlaga di final," kata Loew seperti dilansir Goal, Minggu (29/6/2008).
Jerman tampil buruk menghadapi Turki di semifinal. Tapi masih bisa menang 3-2 berkat gol Philipp Lahm. Publik sepak bola Jerman sempat memperingatkan jika tampil seperti ketika menghadapi Turki, mereka tidak akan menjadi juara.
Tapi, menurut Loew, Jerman punya pengalaman memenangkan banyak turnamen. "Kami yakin akan memenangkan final ini, karena kami memiliki mentalitas juara," lanjut Loew.
Spanyol memenangkan semua laga di turnamen ini. Mereka hanya mengalami kesulitan ketika mengalahkan Swedia 2-1, dan dipaksa Italia mengakhiri laga perempat final lewat adu penalti.
Loew mengakui Spanyol adalah tim terbaik di Euro 2008. "Mereka tampil konsisten di setiap pertandingan, dan piawai memainkan bola di semua lini. Tapi ini final. Kami lebih banyak memenangkan turnamen. Kami bisa mengatasi Spanyol yang unggul secara teknis dengan mental juara."

Prediksi Hitzfield di Final Euro


NYON - Mantan pelatih Bayern Munich Otmar Hitzfeld, memprediksikan bahwa final Euro 2008 akan mempertemukan antara Jerman dengan Rusia. Alasannya adalah, saat ini Jerman menjadi favorit di turnamen empat tahunan ini.
"Skuad Jerman merupakan tim yang terbaik jadi pantas jika mereka menjadi favorit," ucapnya kepada Kicker. Selasa (24/06/2008).
Mengenai kejutan yang terjadi di turnamen ini yaitu lolosnya Rusia ke semifinal. Hitzfield mengatakan ini karena pengaruh dari Guus Hiddink, yang membawa gaya sepak bola cepat, hampir mirip dengan yang diperagakan oleh Arsenal.
Bagi Hitzfeld, Rusia mempunyai penggemar sendiri untuk dapat memenangkan Euro. Tugas berat untuk mengalahkan Jerman nantinya jika memang mereka bertemu di final.
"Kualitas di Grup C dan D lebih tinggi, akan tetapi sistem kompetisi tidak mumpuni dimana Rusia harus bertemu lagi tim yang sama di saat penyisihan grup," tutupnya.

Jumat, 27 Juni 2008

Update Skor Semifinal Euro 2008

Skor Akhir Pertandingan Semifinal Euro 2008 :
  • Jerman vs Turki : 3 - 2

Pencetak Gol Jerman : Bastian Schweinsteiger (26'), Miroslav Klose (79'), Philipp Lahm (90').

Pencetak Gol Turki : Ugur Boral (22'), Semith Senturk (86').

  • Russia vs Spanyol : 0 - 3

Pencetak Gol Russia : -

Pencetak Gol Spanyol : Xavi (50'), Guiza (73'), Silva (83').

Sehingga dengan hasil ini Jerman akan bertemu Spanyol di Final Euro 2008 pada tanggal 29 Juni 2008.

Rusuh Sambut Jerman ke Final

Sukses Jerman lolos ke final Euro 2008 disambut dengan berbagai insiden kerusuhan. Kebanyakan dipicu euforia berlebihan suporter Jerman setelah tim kesayangannya mengalahkan Turki dalam laga semifinal di Stadion St. Jakob Park, Basel, Swiss.
Di Basel, 21 suporter ditangka polisi setempat setelah terlibat bentrok satu sama lain. Berdasarkan keterangan polisi seperti dikutip Associated Press kemarin (26/6), suporter itu berasal dari fan zone Basel yang digunakan sebagai tempat nonton bareng 50 ribu suporter. Sayang, polisi tidak merinci identitas mereka. Alasannya, mereka bakal dilepas dalam jangka waktu 1 x 24 jam, mengingat aksi yang dilakukan tidak tergolong kejahatan berat.
Di Berlin, 13 orang ditangkap setelah berbuat onar di "Fan Mile" di Brandenburg Gate, venue acara nobar di pusat kota yang disesaki 500 ribu suporter. Kerusuhan terjadi saat Jerman tertinggal 0-1. Tapi, Kepolisian Berlin yang mengerahkan 1500 personel bisa meredam situasi.
Kesigapan polisi mendapatkan acungan jempol kala menghalang gesekan antara suporter Turki dan suku Kurdi yang memilih mendukung Jerman di Kreuzberg, daerah pinggiran Berlin. Aparat langsung menengahi kedua kubu yang bertikai. Polisi juga menangkap 20-30 orang yang merusak dua toko kebab milik warga Turki di Dresden.
Sumber : Jawa Pos